Sunday, August 9, 2020

New Normal

Pasti kalian disini udah sering denger kalimat yang ada di judul kan? Yaps.. "New Normal". Kalimat ini sering diperbincangkan setelah memasuki musim pandemi covid 19. Sebenernya kita tidak ada yang tau kalo di tahun 2020 akan mengalami pandemi covid 19. Awalnya virus ini diperkirakan hanya akan memakan waktu beberapa bulan saja tetapi kenyataan nya kita dipaksa harus hidup berdampingan dengan virus ini. Mau tidak mau kita harus bisa. Caranya bagaimana?? Ya harus hidup dengan menerapkan protokol kesehatan seperti menggunakan masker, face shield, physical distancing, selalu cuci tangan, dan banyak aturan lainnya untuk menghindari dan mengurangi penyebaran virus covid 19 . Nah ini semua dinamakan "New Normal". Karena kita tetap menjalankan aktivitas seperti sebelum ada pandemi dengan cara yang sedikit berbeda yaitu protokol kesehatan. Kasus covid 19 ini juga belum menurun. Mungkin karena semakin banyak orang yang bodo amat, cuek, dan ya lama2 merasa udah biasa aja. Padahal kita bisa sama2 membuat kasus covid 19 ini menurun dengan mengikuti aturan2 yang sudah dibuat. Seperti kurangi aktivitas di luar rumah, berkerumun, nongkrong, dll bila memang tidak terlalu penting. Kecuali belanja kebutuhan pokok, bekerja. Selalu gunakan masker, selalu mencuci tangan, dan menghindari percakapan yang lama2 secara langsung. Penting juga minum vitamin, suplemen kesehatan, olahraga, dan minum air putih yang banyak.

Kita manusia tidak ada yang tau kapan pandemi ini akan berakhir. Atau mungkin akan terus berdampingan dengan kita? 

Doakan saja semoga dunia cepat pulih dari virus covid 19 ini. Dan bisa kembali dengan "New Normal" yang baru yaitu tanpa virus.

Monday, April 13, 2020

Deep Love

Setiap manusia pasti pernah merasakan yang namanya jatuh cinta. Tapi sebelum kita bahas lebih dalam, kita harus tahu dulu nih, cinta itu sebenarnya apa sih, bagaimana, apa? Dan lain sebagainya. Yang saya tahu cinta itu adalah perasaan yang dimiliki setiap makhluk hidup yang ada di bumi. Tuhan menciptakan manusia itu pun merupakan salah satu bukti cinta Tuhan kepada manusia.
Sekarang kita balik lagi ke cinta itu sendiri. Cinta itu apa sih? Cinta adalah suatu perasaan, rasa yang membuat berbunga bunga, rasa yang membuat peduli terhadap orang lain, rasa kagum, rasa ingin dekat, rasa ingin memiliki, dan masih banyak lagi penjabaran tentang cinta itu sendiri.
Satu hal yang pasti cinta itu bermakna, membahagiakan, dan tulus.
Bagaimana cinta itu tumbuh? Cinta itu tumbuh dari rasa keingintahuan yang lebih dari satu manusia ke manusia yang lain. Random sih sebenarnya gimana alur adanya cinta itu. Tapi cinta tidak akan ada bila tidak ada ada rasa keingintahuan yang lebih. Sebagai contoh, ingin tahu keadaan nya, perasaannya, rutinitasnya, hobinya, makanan kesukaannya, bahkan sampai hal2 yang mungkin tidak disukainya bisa kita ketahui.
Nah disini kita membahas lebih ke cinta yang bersifat tulus, harmonis, dan dalam.
Cinta yang tulus, bisa diliat dan dirasakan oleh kedua belah pihak, contohnya sikap saling berkorban satu sama lain, sikap memiliki, sikap bertanggung jawab. Harmonis disini bukan berarti selalu akur, tapi sikap yang bisa mengerti satu sama lain, misal pasangannya marah, ditenangkan, pasangannya ngambek dimanjain atau mungkin bisa diajak bercanda, dikasih penghiburan. Dalam atau deep love. Mungkin bagi sebagian orang cinta seperti ini BUCIN. Tapi kenyataannya cinta seperti ini membahagiakan loh. Faktanya setiap orang pasti ingin memiliki hubungan cinta yang selalu merasa diperhatiin oleh pasangannya, selalu membuat berbunga bunga, selalu memikirkan dan dipikirkan pasangannya, bahkan bisa membuat senyum2 sendiri. Tapi ini cinta yang sesungguhnya, cinta yang dimana kita bahagia memiliki pasangan kita, merasa dunia hanya milik berdua. Tidak ada yang salah dengan deep love karena ini membahagiakan. Siapapun ingin merasakan cinta yang seperti ini. Saya yakin anda yang membaca pun ingin cinta yang seperti ini.

So deep love is gorgeous!

Wednesday, February 5, 2020

PILIHAN

Teman2 sekalian, pernah ga sih kalian dikasih beberapa pilihan dalam hidup, apapun itu, contohnya dalam pendidikan, pekerjaan, pasangan, dan lain sebagainya.

Pasti pernah kan?

Dan tentunya kita akan memilih pilihan yang membuat kita nyaman, tidak menyulitkan kita, mudah, dan baik.

Kebanyakan dari kita pasti menolak pilihan yang akan menyulitkan kita, membuat tidak nyaman, rumit, dan lain sebagainya.

Padahal pilihan yang kita tolak itu, belum kita ambil, belum kita jalanin, dan hasilnya belum kita ketahui. Mungkin bagus dan mungkin jelek, who knows.

Tapi itulah kita sebagai manusia, hanya mau memilih yang bisa memudahkan kita, tidak mau berusaha, tidak mau bersusah payah.

Dan kenyataan nya bahwa setiap manusia pasti memiliki jalan cerita yang berbeda beda.

Why??

Karena Tuhan sebagai Sang Pencipta sudah menyiapkan alur cerita untuk setiap manusia yang berbeda beda. Dan yang perlu kita lakukan hanya bersyukur dan ikhlas pada setiap keputusan yang kita ambil dari setiap pilihan.

Right??

Have a nice day!

PENGALAMAN PART TIME DI HOKBEN

Setelah sekian lama tidak membuka blog, jadi pengen deh share pengalaman waktu kerja part time.
Langsung saja yaa teman2...

Pertama kali memutuskan untuk part time itu ketika kuliah, masa2 skripsi, ga ada sks sama sekali dan sekitar semester 7. Awalnya ga ada niat buat ambil part time, tapi lihat beberapa teman yang kerja part time dan punya penghasilan sendiri, jadi punya perasaan "pengen deh kerja part time".
Pertama kali saya melamar di Domino Pizza, tp sistem nya walk in interview. Jadi sistem gugur cuma di tes tinggi dan berat. Alhasil saya gagal karena berat melebihi standart mereka hehe...

Lanjut yaa...
Kemudian saya lamar di PT Eka Bogainti biasa dikenal restorannya itu HokBen melalui jobstreet (website pencari kerja). Kebetulan waktu itu mereka sedang membuka lowongan untuk part time. Selang 1 bulan lamanya, saya dapat undangan untuk psikotes dan interview melalui sms di Revo Town, dan saya yakin itu asli dari HRD HokBen.
Hari H : saya datang memakai kemeja putih dan celana bahan hitam. Dan keadaan di store HokBen nya sudah rame oleh pelamar seperti saya cuma mungkin posisinya yang berbeda beda.
Pertama semua pelamar mengikuti psikotes. Tesnya itu berupa mtk dasar seperti penjumlahan, pengurangan, perkalian dan pembagian. Serta tes kemampuan dasar. Selesai psikotes pelamar disuruh menunggu, dan untuk yang lanjut akan dipanggil untuk interview. Selang 2 orang nama saya dipanggil, dan saya diinterview.
Hasil pengumumannya disuruh menunggu maksimal 2 minggu dari sekarang.
Kira2 1 minggu atau kurang, saya diinfokan keterima sebagai part time di HokBen, dan akan diinfokan kembali untuk penempatan serta trainingnya. Setelah hampir 3 mingguan berlalu, saya mendapat telepon dari manager store bahwa akan ditempatkan di Mega Bekasi Hypermall dan disuruh datang pada tanggal 10 Juni 2017 (Saya ingat tanggal nya karena hari pertama saya join hehe...).

Hari itu tgl 10 Juni 2017 saya datang ke store HokBen di Mega Bekasi Hypermall. Saya berangkat jam 7 pagi dari rumah sampai sana jam setengah 8, padahal disuruh datang jam 8, sedikit kepagian sih hehe...
Awalnya saya bingung masuk lewat mana karena saya ke sini kan untuk kerja, akhirnya saya memutuskan masuk lewat pintu samping khusus karyawan, dan disambut baik oleh crew storenya. Kemudian dikenalkan kepada manager storenya.

Pertama saya diberitahu job desk yang harus dilakukan oleh seorang part time sebagai waitress yaitu membersihkan meja, mengelap meja, mengelap kaca, menyapu lantai, mengepel lantai, sesekali mengelap kursi agar tidak kotor, mencuci alat2 makan minum, membersihkan bak air bekas cucian, membersihkan selokan pembuangan air kotor yang ada di dalam store, mengikat plastik sampah, membuang sampah ke TPA di belakang mall dan membantu crew jika diperlukan.
Awalnya saya agak jijik harus membersihkan selokan tapi dengan berjalannya waktu saya mulai terbiasa. Perjanjian kerja sebagai part time itu 4 jam dengan bayaran 100 rb, tp berjalan nya waktu, kerja selalu lebih dari 4 jam atau loyalitas bisa sampai 6 atau 7 jam. Dan dibayar tiap akhir bulan.

Kalo kerja part time di restoran harus siap2 cekatan, cepat tanggap, gesit, tekanan pasti, dan kuat berdiri lama, kenapa? Karena kerjaan kita memang harus selalu berdiri, stand by, jaga store bila ada konsumen yang datang.
Cape fisik pasti, tenaga terkuras, pikiran karena harus bisa bagi waktu untuk memilih pekerjaan yang harus dikerjakan terlebih dahulu. Tapi berjalan nya waktu saya disuruh untuk menghafal menu, dan jaga counter. Disitu saya lebih banyak untuk menyiapkan pesanan konsumen, dan mulai berkurang pekerjaan saya sebagai waitress. Dan jujur lebih ga cape.

Kurang lebih 7 bulan saya bekerja sebagai part time di HokBen. Suka dan duka saya jalanin. Sukanya ada teman2 baru dari crew, koki, spv, manager store, dan sesama part time. Bercanda canda waktu kerjaan ga terlalu banyak, dan ngobrol2 santai. Dukanya ya cape sama pekerjaan nya karena bikin badan sakit2 semua, apalagi kerja pake fisik kan. Kadang kalo udah cape banget besok nya badan bisa lemes dan anget seharian. Maunya tiduran aja. Dan terakhir saya kerja per tanggal 8 Januari 2018. Alasan saya resign dari part time HokBen karena saya sudah lulus kuliah, dan tentunya ingin mencari pekerjaan yang tetap dan bekerja di kantoran. Sebenernya sih kalo masih mau disana sampai lama juga gpp, bisa awet kok.

Ga nyesel pernah kerja part time di HokBen, malah ngerasa punya pengalaman hidup yang berkesan selama bekerja di restoran, tau kerjanya seperti apa, dan selalu mengutamakan konsumen. Oia perlengkapan kerja yang digunakan selama part time itu kemeja putih polos, celana bahan hitam, topi HokBen warna abu2 dan apron warna merah, khusus perempuan yang berhijab tidak boleh mengunakan hijab nya ketika sedang bekerja kecuali kalo jabatannya udh spv atau manager store.
Nah kalo teman2 ada yang ke HokBen dan ngeliat ada karyawan yang pake kemeja putih dan celana bahan hitam itu rata2 part time atau ga karyawan baru yang belum dapet seragam.

Sekian sharing pengalaman saya selama part time di HokBen semoga ada manfaatnya ya. Bagi teman2 yang mau bekerja atau mungkin mau coba part time di HokBen silakan aja, harus kuat2 fisik hehe...

Saturday, June 17, 2017

Contoh Penerapan Atau Penggunaan Standart Teknik Dan Manajemen

ANALISIS PENGGUNAAN ALAT DAN TEKNIK PENGENDALIAN MUTU DALAM PENERAPAN SISTEM MANAJEMEN MUTU PADA PERUSAHAAN KARET BERSERTIFIKAT ISO 9001:2008

Peningkatan persaingan pada pasar global dan harapan konsumen yang tinggi terhadap kualitas produk, mendorong perusahaan untuk menghasilkan produk berkualitas yang memenuhi standar internasional. Salah satu kegiatan dalam meningkatkan kualitas sesuai dengan spesifikasi produk yaitu menerapkan sistem pengendalian mutu yang tepat dengan melibatkan semua aspek perusahaan yang terintegrasi pada standar ISO 9001 sebagai panduan. Namun, industri karet di Sumatera Barat masih menghadapi kendala dalam pelaksanaan alat dan teknik pengendalian mutu seperti di PT ABC dan PT XYZ. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penerapan alat dan teknik pengendalian mutu di perusahaan manufaktur karet yang bersertifikat ISO 9001:2008, PT ABC dan PT XYZ. Penelitian ini dilakukan dengan menghitung nilai DPMO (Defect Per Million Opportunity). Berdasarkan hasil penelitian ditemukan bahwa kedua perusahaan memiliki nilai DPMO yang berbeda. PT ABC memperoleh level sigma sebesar 5,2σ dari nilai DPMO sebesar 94,33 untuk jenis cacat whitespot dan level sigma sebesar 4,2σ dari nilai DPMO sebesar 3365,096 untuk jenis cacat metal, sedangkan untuk PT XYZ memperoleh level sigma sebesar 5,3σ dari nilai DPMO sebesar 728,697 untuk jenis cacat whitespot dan level sigma sebesar 4,8σ dari nilai DPMO sebesar 425,441 untuk jenis cacat metal. Berdasarkan penelitian disimpulkan bahwa kedua perusahaan belum efektif dalam menerapkan teknik dan alat pengendalian mutu sesuai dengan standar ISO 9001: 2008 untuk mencapai peningkatan mutu yang berkelanjutan. Hal ini ditunjukkan dengan faktor kunci keberhasilan penerapan alat dan teknik pengendalian mutu tidak diterapkan secara tepat dalam mencapai peningkatan mutu yang berkelanjutan.

Sumber : josi.ft.unand.ac.id/index.php/josi/article/download/86/77

Wednesday, April 5, 2017

TUGAS ETIKA PROFESI

MIMPI DAN HARAPAN

Setiap orang pasti punya mimpi dan harapan akan masa depannya. Salah satu nya mimpi dan harapan di bidang pendidikan. Kebetulan saya adalah mahasiswi jurusan teknik industri. Kalo ditanya mimpi saya setelah saya lulus nanti dan meraih gelar S.T, maka saya akan menjawab, saya ingin menjadi seorang engineer yang sukses dan bermanfaat bagi orang lain. Sejujurnya saya masih bingung menjadi engineer itu seperti apa secara detail. Tapi setau saya teknik industri bisa mengerjakan apapun dan bisa kemanapun, seperti kerja di konsultan, di pabrik sebagai bagian dari manajemen pabrik nya, atau pun bagian produksi seperti PPIC, dan lain sebagainya. Bahkan kalo kita ingin kerja di Bank pun juga bisa. Harapan saya setelah lulus dan meraih gelar S.T yaitu bisa keterima kerja di perusahaan bonafit dan juga mendapatkan gaji yang sepadan dengan apa yang saya bisa berikan ke perusahaan. Intinya semoga ilmu yang saya dapat di perkuliahan bisa saya aplikasikan di pekerjaan saya nanti. 

Wednesday, November 9, 2016

Wirausaha yang Sukses

Biografi Howard Schultz Ceo Starbucks

Howard Schultz adalah seorang pebisnis yang berasal dari Amerika Serikat. Ia dikenal sebagai ketua dan CEO Starbucks, sebuah perusahaan kedai kopi yang terkenal di dunia, dan juga dikenal sebagai salah satu bisnis kedai kopi waralaba terbesar di dunia. Howard juga mantan pemilik Seattle SuperSonics. Howard juga mendirikan Maveron, sebuah perusahaan investasi, pada tahun 1998 bersama Dan Levitan.
Howard Schultz lahir pada tanggal 19 Juli 1953 di Brooklyn, New York. Howard Schultz merupakan putra dari mantan tentara Angkatan Darat AS dan kemudian menjadi sopir truk, Fred Schultz dan istrinya, Elaine. Bersama adik perempuannya, Ronnie, dan adik laki-lakinya, Michael, ia dibesarkan di Canarsie Bayview Houses milik New York City Housing Authority. Karena keluarga Howard miskin, ia melihat peluang dalam bidang olahraga seperti bisbol, sepak bola, dan basket.
Masa kecil Howard dihabiskan di lingkungan rumahnya dimana penduduknya masih bersifat sederhana dan berpenghasilan rendah. Di lingkungan tersebut juga tidak mempunyai apa-apa, kecuali sebuah lapangan basket. Sebagian besar penduduknya miskin, sehingga anak-anak diwilayah itu dituntut untuk ikut bekerja keras membantu kehidupan keluarganya. Saat itu Howard kecil sadar bahwa sangat sulit bagi dia untuk keluar dari kemiskinan yang diderita oleh keluarganya. Akan tetapi impiannya untuk berhasil lebih kuat, ia ingin merubah kehidupan keluarganya agar menjadi lebih baik dari kondisi yang dialaminya pada saat itu.
Howards Schultz bersekolah di Canarsie High School dan lulus pada tahun 1971. Di SMA, Howard unggul di bidang olahraga, ia mendapat nilai tinggi dalam pelajaran olahraga dan mendapatkan beasiswa atletik ke Northern Michigan University, orang pertama di keluarganya yang masuk perguruan tinggi. Ia pernah menjadi anggota Tau Kappa Epsilon, Howard mendapat gelar sarjananya dalam bidang Komunikasi tahun 1975. Ia menikah dengan  Sheri Kersch Schultz dari pernikahan tersebut mereka memiliki dua orang anak, yang bernama Jordan dan Addison.
Setelah lulus kuliah dari Northern Michigan University, Howard Schultz bekerja sebagai Sales Manager di Xerox selama tiga tahun. Selanjutnya dia bekerja di sebuah perusahaan Swedia, Hamamaplast. Di sana ia menjual berbagai macam peralatan rumah tangga, termasuk memasarkan mesin pembuat kopi.
Pada tahun 1981, ketika ia pergi dari New York ke Seattle untuk memeriksa sebuah toko biji kopi yang sangat populer, Starbucks. Ia sadar bahwa ada sebuah kedai kopi di Seattle yang selalu membeli kopi mesin pembuat espresso dari kantornya yang bernama Starbucks. Starbucks sering memesan benda khusus pembuat kopi dari Hammarplast tempat ia bekerja. Starbucks adalah sebuah perusahaan kopi yang berasal dari Amerika sekaligus kedai kopi yang pusatnya berada di Seattle, Washington. Starbuck didirikan pada tahun 1971, oleh tiga orang. Mereka adalah seorang guru bahasa inggris bernama Jerry Baldwin, Guru sejarah bernama Zev Siegl, dan Seorang penulis bernama Gordon Bowker. Ketiganya adalah pecinta kopi dan ingin membagi pengalaman mereka tentang kopi dengan membuka sebuah kedai kopi kecil. Nama “Starbucks” sendiri diambil dari nama salah satu tokoh dalam novel “Moby-Dick” karangan Herman Melville. Sesosok monster duyung yang memiliki sepasang ekor dalam mitologi Yunani yang dijadikan logo oleh perusahaan tersebut. Logo itu menggambarkan kalau kopi yang disajikan Starbucks didatangkan dari berbagai wilayah dipenjuru dunia. Logo pertama Starbuck terdapat di kedai pertamanya di Seattle.
Ia mencoba meminum kopi buatan Starbucks, Howard langsung jatuh hati dengan cita rasanya yang jauh lebih nikmat dibanding kopi manapun yang pernah ia coba. Ia juga terkesan dengan dedikasi pemilik untuk mendidik masyarakat tentang keajaiban cita rasa kopi. Tidak hanya itu, ketika Howard bertemu dengan founder dari Starbuck dia melihat dan kagum oleh semangatnya dalam membuat kopi yang nikmat. Howard mengingat saat pertama kali ia datang ke Starbuck dan berkata: “Ya Tuhan, Ini benar-benar bisnis yang bagus, kotanya pun sangat indah!. Aku ingin menjadi bagian dari semua ini”.
Hal inilah yang membuat antusias Howard, untuk segera melamar kerja di Starbucks. Butuh waktu satu tahun bagi Howard untuk dapat bekerja di sana, ia direkrut sebagai seorang manager retail operations dan marketing. Ia pun segera dekat dengan Jerry baldwin. Sayang, hal itu kurang berlaku dengan Gordon Bowker dan Steve, seorang investor Starbucks baru. Howard tetap berusaha beradaptasi dan mencoba mengenalkan pembaruan untuk membesarkan Starbucks.
Pada tahun 1983 saat dalam perjalanan untuk berbelanja kopi di Milan, Italia. Howard tertarik melihat salah satu kedai kopi dengan konsep Cafe di Italia, yang ia kunjungi disana yang membuatnya mempunyai ide cemerlang, yaitu merubah Starbucks tidak hanya sebagai kedai kopi, namun menjadi tempat orang atau komunitas berkumpul dan bersosialisasi, kemudian ia berusaha meyakinkan Baldwin kalau perusahaan mampu membuka kedai kopi lebih banyak lagi, namun ide itu ditolak oleh Baldwin karena ia merasa hal itu akan mengakibatkan hilangnya ciri khas Starbucks yang sebenarnya. Tetapi Howard tetap berusaha dan mencoba mengenalkan pembaruan untuk membesarkan Starbucks.  

Keluar dari Starbucks dan Membuat Kedai Kopi II Giornale
Howard merasa para pendiri Starbucks adalah orang-orang dengan pemikiran tidak maju dan tradisional yang menganggap kopi sejatinya dibuat “rumahan”. Namun ide membuat kedai kopi agar lebih dikenal luas dipercaya Howard akan mendatangkan lebih banyak keuntungan, hingga akhirnya dia memutuskan untuk berhenti dari Starbucks dan mulai membuka bisnisnya yang baru.
Howard memerlukan dana 1,7 juta dollar Amerika untuk memulai bisnis barunya terebut. Para pendiri Starbucks meminjamkannya setengah dan sisanya ia pinjam di Bank. Pada April 1986, Howard berhasil membuka Kedai Kopi di Seattle yang ia beri nama berbau Italia ‘Il Giornale’. Usaha Howard sukses dimana 300 orang berkunjung di hari pertama kedai ini buka.
Setahun kemudian, Howard mendengar kalau pemilik Starbucks ingin menjual seluruh kedai kopi, tempat penggilingan kopi beserta merk dagang mereka dikarenakan cukup kewalahan mengelola usaha yang sudah sangat besar tersebut. Starbucks dijual dengan harga 4 juta US Dollar, mengetahui hal tersebut Howard lalu meminta pinjaman kredit dan berusaha meyakinkan para kreditor. Ketiga pendiri Starbucks akhirnya menjual usaha mereka itu kepada Howard Schultz dan menjadikannya pemilik satu-satunya sekaligus sebagai Manager di Starbucks. Starbucks saat itu sudah menyediakan Bar Counter di setiap kedai kopinya dengan seorang Barista (Ahli Pembuat Kopi) yang bertugas untuk menghaluskan biji kopi, meracik dan menyajikan kopi segar. Barista juga harus menghafal nama, kebiasaan dan minat para pelanggan. Ketika Howard pertama kali berkunjung ke Italia, dia kagum dengan kedai kopi disana khususnya pada teknik penyajian kopi oleh para Barista dimana mereka mampu menuang espresso dengan satu tangan sementara tangan yang lain bekerja mengaduk Cream, dan menemani pelanggan mengobrol diwaktu yang bersamaan.
Dua tahun kemudian, untuk kedua kalinya Howard berangkat ke Italia. Dia pulang tidak hanya membawa beberapa foto dan menu resep tapi juga ia membawa video dokumentasi para Barista dari Italia. Video tersebut kemudian ia jadikan materi latihan bagi para staffnya, dan inilah yng menjadi kunci sukses dari Starbucks di hingga saat ini. Pada tahun 1992 ia berhasil membuka gerai lebih banyak lagi. Dia memulainya dari New England, sekalgus di Boston dan Chicago dan sampai ke California. Dalam bisnisnya Howard mengadopsi sistem waralaba (franchise) yang sebelumnya sudah diterapkan di McDonalds dan segera memulai membangun bisnisnya dengan semangat untuk lebih memajukan Starbucks.
Dengan bertambahnya gerai Starbucks, Howard sangat berhati-hati dalam pemasaran produknya. Howard memperkuat produknya dalam hal kuantitas, kualitas, dan publisitas. Slogan iklan yag dibuat pun mudah diingat, yaitu senyum akan muncul saat menikmati kopi yang penuh cita rasa ini dan Howard memastikan kalau iklan tersebut tidak berbeda dengan realita yang sebenarnya di dalam Starbucks.
Pada tahun 1992, Howard membawa Starbucks menjadi perusahaan publik. Hingga Juni 1992, ia memasang saham Starbucks di New York Stock Exchange di harga 14 dollar Amerika per lembar, dan harga sahamnya naik menjadi 33 dollar Amerika. Popularitas Starbucks tidak hanya menginspirasi para pelanggannya tapi juga kompetitor lainnya. Kedai kopi sejenis tiba-tiba bermunculan diseluruh penjuru kota dengan harga yang relatif murah. Bahkan restoran fast-food ikut-ikutan menyediakan menu “Espresso” untuk memikat para pelanggannya. Menghadapi kondisi itu, Starbucks tetap mempertahankan prinsip utama mereka, yaitu Romantisme, kemewahan yang terjangkau, Ketenangan, dan informalitas.
Akhirnya disadari jika ingin menerapkan prinsip tersebut, Starbucks harus merubah landasan disemua konsep pengembangan jaringan mereka. Konsep Cafe Italia yang menjadi model dasar cafe Starbucks dirasa sudah tidak sesuai lagi dengan gaya hidup warga Amerika. Melakukan perubahan yang cukup besar, tempat cafe dirombak total, kursi bar yang tinggi diganti dengan kursi dan meja yang nyaman. Dibuatnya tempat khusus dan tertutup di Starbucks yang berhasil memancing pengunjung melaksanakan meeting disana. Popularitas Starbucks langsung tersebar luas, namun ada sedikit masalah. Tingkat penjualan yang tinggi, menyebabkan sulitnya mempertahankan kualitas produk dengan banyaknya macam menu yang disediakan. Perusahaan lalu mencari metode baru bagaimana agar ekstrak kopi yang mereka hasilkan tetap berkualitas baik saat dikemas menjadi kopi instant. Para ahli Starbucks berhasil menjaga rasa kopi instant tetap natural disaat yang tepat. Hal itu berdampak pada peningkatan penjualan yang sangat besar.
Pada tahun 1996, Howard, memutuskan sudah waktunya bagi Starbucks untuk ekspansi ke luar Amerika. Mereka lalu membuka Cabang pertamanya di Jepang, kemudian berlanjut di Singapura, Korea, Taiwan, Inggris, Belanda, Swedia, dan Israel. Hingga April 2000, sudah dibuka lebih dari 2.400 cabang Starbucks di Amerika Serikat dan 350 cabang di seluruh Eropa, Asia, Timur Tengah, dan Kanada.
Pada April 2000, saat Howard berusia 46 tahun, menyerahkan jabatannya ke Executive Director CEO Starbucks, Orin C. Smith, sementara itu ia ingin fokus pada ekspansi usaha ke dunia Internasional. Dia bahkan punya target sendiri, yaitu membuka 1200 cabang baru diawal 2001. Kondisi keuangan Starbucks meningkat sangat pesat, selama satu dekade , dan mereka terus berkembang pesat.
Pada akhir 2005, Howard mengumumkan Starbucks akan melakukan ekspansi hingga sepuluh ribu cabang. Howard menambahkan kalau mereka harus berkembang cepat, karena para kompetitor sudah mulai memasuki pangsa pasar mereka. Starbucks mulai membuat ide baru. Howard Schultz mulai membuat menu makanan Fast-Food, yang dimulai dengan memasukkan hidangan makanan ringan seperti Sandwitch dalam menu Starbucks. Uniknya ide tersebut muncul dari kegagalan mereka membaca pasar yang ada di Cina dan Taiwan. Akhirnya, semua cabang Starbucks diseluruh dunia menerapkan konsep tersebut, mulailah setiap kedai Starbucks menyajikan Roti, Snack, Sandwich dan makanan lainnya dalam menu mereka. Howard melihat kalau Starbucks sudah sukses dan stabil, faktor inilah yang membuat ia memutuskan untuk terjun ke dunia bisnis olahraga dengan membeli NBA Seattle, Supersonic, sebuah tim bola Basket terkenal dan untuk sementara meninggalkan posisi Direct Management di Starbucks. Dan menyerahkan jabatannya kepada Orin C. Smith.

Pada tahun 2008 krisis ekonomi melanda Starbucks, sehingga diawal tahun itu, Howard kembali memimpin Starbucks demi mempertahankan perusahaan. Untuk menyelamatkan Starbucks, Howard harus melakukan sesuatu dengan mengurangi pengeluaran perusahaan. Kemudian ia menutup 600 cafe ditahun 2008 dan menutup 300 cafe lagi ditahun 2009. Saat ini perusahaan berfokus pada upaya melewati krisis ekonomi dan perbaikan layanan.

Sumber: http://www.biografipedia.com/2015/06/biografi-howard-schultz-ceo-starbucks.html