Teman2 sekalian, pernah ga sih kalian dikasih beberapa pilihan dalam hidup, apapun itu, contohnya dalam pendidikan, pekerjaan, pasangan, dan lain sebagainya.
Pasti pernah kan?
Dan tentunya kita akan memilih pilihan yang membuat kita nyaman, tidak menyulitkan kita, mudah, dan baik.
Kebanyakan dari kita pasti menolak pilihan yang akan menyulitkan kita, membuat tidak nyaman, rumit, dan lain sebagainya.
Padahal pilihan yang kita tolak itu, belum kita ambil, belum kita jalanin, dan hasilnya belum kita ketahui. Mungkin bagus dan mungkin jelek, who knows.
Tapi itulah kita sebagai manusia, hanya mau memilih yang bisa memudahkan kita, tidak mau berusaha, tidak mau bersusah payah.
Dan kenyataan nya bahwa setiap manusia pasti memiliki jalan cerita yang berbeda beda.
Why??
Karena Tuhan sebagai Sang Pencipta sudah menyiapkan alur cerita untuk setiap manusia yang berbeda beda. Dan yang perlu kita lakukan hanya bersyukur dan ikhlas pada setiap keputusan yang kita ambil dari setiap pilihan.
Right??
Have a nice day!
Wednesday, February 5, 2020
PENGALAMAN PART TIME DI HOKBEN
Setelah sekian lama tidak membuka blog, jadi pengen deh share pengalaman waktu kerja part time.
Langsung saja yaa teman2...
Pertama kali memutuskan untuk part time itu ketika kuliah, masa2 skripsi, ga ada sks sama sekali dan sekitar semester 7. Awalnya ga ada niat buat ambil part time, tapi lihat beberapa teman yang kerja part time dan punya penghasilan sendiri, jadi punya perasaan "pengen deh kerja part time".
Pertama kali saya melamar di Domino Pizza, tp sistem nya walk in interview. Jadi sistem gugur cuma di tes tinggi dan berat. Alhasil saya gagal karena berat melebihi standart mereka hehe...
Lanjut yaa...
Kemudian saya lamar di PT Eka Bogainti biasa dikenal restorannya itu HokBen melalui jobstreet (website pencari kerja). Kebetulan waktu itu mereka sedang membuka lowongan untuk part time. Selang 1 bulan lamanya, saya dapat undangan untuk psikotes dan interview melalui sms di Revo Town, dan saya yakin itu asli dari HRD HokBen.
Hari H : saya datang memakai kemeja putih dan celana bahan hitam. Dan keadaan di store HokBen nya sudah rame oleh pelamar seperti saya cuma mungkin posisinya yang berbeda beda.
Pertama semua pelamar mengikuti psikotes. Tesnya itu berupa mtk dasar seperti penjumlahan, pengurangan, perkalian dan pembagian. Serta tes kemampuan dasar. Selesai psikotes pelamar disuruh menunggu, dan untuk yang lanjut akan dipanggil untuk interview. Selang 2 orang nama saya dipanggil, dan saya diinterview.
Hasil pengumumannya disuruh menunggu maksimal 2 minggu dari sekarang.
Kira2 1 minggu atau kurang, saya diinfokan keterima sebagai part time di HokBen, dan akan diinfokan kembali untuk penempatan serta trainingnya. Setelah hampir 3 mingguan berlalu, saya mendapat telepon dari manager store bahwa akan ditempatkan di Mega Bekasi Hypermall dan disuruh datang pada tanggal 10 Juni 2017 (Saya ingat tanggal nya karena hari pertama saya join hehe...).
Hari itu tgl 10 Juni 2017 saya datang ke store HokBen di Mega Bekasi Hypermall. Saya berangkat jam 7 pagi dari rumah sampai sana jam setengah 8, padahal disuruh datang jam 8, sedikit kepagian sih hehe...
Awalnya saya bingung masuk lewat mana karena saya ke sini kan untuk kerja, akhirnya saya memutuskan masuk lewat pintu samping khusus karyawan, dan disambut baik oleh crew storenya. Kemudian dikenalkan kepada manager storenya.
Pertama saya diberitahu job desk yang harus dilakukan oleh seorang part time sebagai waitress yaitu membersihkan meja, mengelap meja, mengelap kaca, menyapu lantai, mengepel lantai, sesekali mengelap kursi agar tidak kotor, mencuci alat2 makan minum, membersihkan bak air bekas cucian, membersihkan selokan pembuangan air kotor yang ada di dalam store, mengikat plastik sampah, membuang sampah ke TPA di belakang mall dan membantu crew jika diperlukan.
Awalnya saya agak jijik harus membersihkan selokan tapi dengan berjalannya waktu saya mulai terbiasa. Perjanjian kerja sebagai part time itu 4 jam dengan bayaran 100 rb, tp berjalan nya waktu, kerja selalu lebih dari 4 jam atau loyalitas bisa sampai 6 atau 7 jam. Dan dibayar tiap akhir bulan.
Kalo kerja part time di restoran harus siap2 cekatan, cepat tanggap, gesit, tekanan pasti, dan kuat berdiri lama, kenapa? Karena kerjaan kita memang harus selalu berdiri, stand by, jaga store bila ada konsumen yang datang.
Cape fisik pasti, tenaga terkuras, pikiran karena harus bisa bagi waktu untuk memilih pekerjaan yang harus dikerjakan terlebih dahulu. Tapi berjalan nya waktu saya disuruh untuk menghafal menu, dan jaga counter. Disitu saya lebih banyak untuk menyiapkan pesanan konsumen, dan mulai berkurang pekerjaan saya sebagai waitress. Dan jujur lebih ga cape.
Kurang lebih 7 bulan saya bekerja sebagai part time di HokBen. Suka dan duka saya jalanin. Sukanya ada teman2 baru dari crew, koki, spv, manager store, dan sesama part time. Bercanda canda waktu kerjaan ga terlalu banyak, dan ngobrol2 santai. Dukanya ya cape sama pekerjaan nya karena bikin badan sakit2 semua, apalagi kerja pake fisik kan. Kadang kalo udah cape banget besok nya badan bisa lemes dan anget seharian. Maunya tiduran aja. Dan terakhir saya kerja per tanggal 8 Januari 2018. Alasan saya resign dari part time HokBen karena saya sudah lulus kuliah, dan tentunya ingin mencari pekerjaan yang tetap dan bekerja di kantoran. Sebenernya sih kalo masih mau disana sampai lama juga gpp, bisa awet kok.
Ga nyesel pernah kerja part time di HokBen, malah ngerasa punya pengalaman hidup yang berkesan selama bekerja di restoran, tau kerjanya seperti apa, dan selalu mengutamakan konsumen. Oia perlengkapan kerja yang digunakan selama part time itu kemeja putih polos, celana bahan hitam, topi HokBen warna abu2 dan apron warna merah, khusus perempuan yang berhijab tidak boleh mengunakan hijab nya ketika sedang bekerja kecuali kalo jabatannya udh spv atau manager store.
Nah kalo teman2 ada yang ke HokBen dan ngeliat ada karyawan yang pake kemeja putih dan celana bahan hitam itu rata2 part time atau ga karyawan baru yang belum dapet seragam.
Sekian sharing pengalaman saya selama part time di HokBen semoga ada manfaatnya ya. Bagi teman2 yang mau bekerja atau mungkin mau coba part time di HokBen silakan aja, harus kuat2 fisik hehe...
Langsung saja yaa teman2...
Pertama kali memutuskan untuk part time itu ketika kuliah, masa2 skripsi, ga ada sks sama sekali dan sekitar semester 7. Awalnya ga ada niat buat ambil part time, tapi lihat beberapa teman yang kerja part time dan punya penghasilan sendiri, jadi punya perasaan "pengen deh kerja part time".
Pertama kali saya melamar di Domino Pizza, tp sistem nya walk in interview. Jadi sistem gugur cuma di tes tinggi dan berat. Alhasil saya gagal karena berat melebihi standart mereka hehe...
Lanjut yaa...
Kemudian saya lamar di PT Eka Bogainti biasa dikenal restorannya itu HokBen melalui jobstreet (website pencari kerja). Kebetulan waktu itu mereka sedang membuka lowongan untuk part time. Selang 1 bulan lamanya, saya dapat undangan untuk psikotes dan interview melalui sms di Revo Town, dan saya yakin itu asli dari HRD HokBen.
Hari H : saya datang memakai kemeja putih dan celana bahan hitam. Dan keadaan di store HokBen nya sudah rame oleh pelamar seperti saya cuma mungkin posisinya yang berbeda beda.
Pertama semua pelamar mengikuti psikotes. Tesnya itu berupa mtk dasar seperti penjumlahan, pengurangan, perkalian dan pembagian. Serta tes kemampuan dasar. Selesai psikotes pelamar disuruh menunggu, dan untuk yang lanjut akan dipanggil untuk interview. Selang 2 orang nama saya dipanggil, dan saya diinterview.
Hasil pengumumannya disuruh menunggu maksimal 2 minggu dari sekarang.
Kira2 1 minggu atau kurang, saya diinfokan keterima sebagai part time di HokBen, dan akan diinfokan kembali untuk penempatan serta trainingnya. Setelah hampir 3 mingguan berlalu, saya mendapat telepon dari manager store bahwa akan ditempatkan di Mega Bekasi Hypermall dan disuruh datang pada tanggal 10 Juni 2017 (Saya ingat tanggal nya karena hari pertama saya join hehe...).
Hari itu tgl 10 Juni 2017 saya datang ke store HokBen di Mega Bekasi Hypermall. Saya berangkat jam 7 pagi dari rumah sampai sana jam setengah 8, padahal disuruh datang jam 8, sedikit kepagian sih hehe...
Awalnya saya bingung masuk lewat mana karena saya ke sini kan untuk kerja, akhirnya saya memutuskan masuk lewat pintu samping khusus karyawan, dan disambut baik oleh crew storenya. Kemudian dikenalkan kepada manager storenya.
Pertama saya diberitahu job desk yang harus dilakukan oleh seorang part time sebagai waitress yaitu membersihkan meja, mengelap meja, mengelap kaca, menyapu lantai, mengepel lantai, sesekali mengelap kursi agar tidak kotor, mencuci alat2 makan minum, membersihkan bak air bekas cucian, membersihkan selokan pembuangan air kotor yang ada di dalam store, mengikat plastik sampah, membuang sampah ke TPA di belakang mall dan membantu crew jika diperlukan.
Awalnya saya agak jijik harus membersihkan selokan tapi dengan berjalannya waktu saya mulai terbiasa. Perjanjian kerja sebagai part time itu 4 jam dengan bayaran 100 rb, tp berjalan nya waktu, kerja selalu lebih dari 4 jam atau loyalitas bisa sampai 6 atau 7 jam. Dan dibayar tiap akhir bulan.
Kalo kerja part time di restoran harus siap2 cekatan, cepat tanggap, gesit, tekanan pasti, dan kuat berdiri lama, kenapa? Karena kerjaan kita memang harus selalu berdiri, stand by, jaga store bila ada konsumen yang datang.
Cape fisik pasti, tenaga terkuras, pikiran karena harus bisa bagi waktu untuk memilih pekerjaan yang harus dikerjakan terlebih dahulu. Tapi berjalan nya waktu saya disuruh untuk menghafal menu, dan jaga counter. Disitu saya lebih banyak untuk menyiapkan pesanan konsumen, dan mulai berkurang pekerjaan saya sebagai waitress. Dan jujur lebih ga cape.
Kurang lebih 7 bulan saya bekerja sebagai part time di HokBen. Suka dan duka saya jalanin. Sukanya ada teman2 baru dari crew, koki, spv, manager store, dan sesama part time. Bercanda canda waktu kerjaan ga terlalu banyak, dan ngobrol2 santai. Dukanya ya cape sama pekerjaan nya karena bikin badan sakit2 semua, apalagi kerja pake fisik kan. Kadang kalo udah cape banget besok nya badan bisa lemes dan anget seharian. Maunya tiduran aja. Dan terakhir saya kerja per tanggal 8 Januari 2018. Alasan saya resign dari part time HokBen karena saya sudah lulus kuliah, dan tentunya ingin mencari pekerjaan yang tetap dan bekerja di kantoran. Sebenernya sih kalo masih mau disana sampai lama juga gpp, bisa awet kok.
Ga nyesel pernah kerja part time di HokBen, malah ngerasa punya pengalaman hidup yang berkesan selama bekerja di restoran, tau kerjanya seperti apa, dan selalu mengutamakan konsumen. Oia perlengkapan kerja yang digunakan selama part time itu kemeja putih polos, celana bahan hitam, topi HokBen warna abu2 dan apron warna merah, khusus perempuan yang berhijab tidak boleh mengunakan hijab nya ketika sedang bekerja kecuali kalo jabatannya udh spv atau manager store.
Nah kalo teman2 ada yang ke HokBen dan ngeliat ada karyawan yang pake kemeja putih dan celana bahan hitam itu rata2 part time atau ga karyawan baru yang belum dapet seragam.
Sekian sharing pengalaman saya selama part time di HokBen semoga ada manfaatnya ya. Bagi teman2 yang mau bekerja atau mungkin mau coba part time di HokBen silakan aja, harus kuat2 fisik hehe...
Saturday, June 17, 2017
Contoh Penerapan Atau Penggunaan Standart Teknik Dan Manajemen
ANALISIS PENGGUNAAN ALAT DAN TEKNIK PENGENDALIAN MUTU DALAM
PENERAPAN SISTEM MANAJEMEN MUTU PADA PERUSAHAAN KARET BERSERTIFIKAT ISO
9001:2008
Peningkatan
persaingan pada pasar global dan harapan konsumen yang tinggi terhadap kualitas
produk, mendorong perusahaan untuk menghasilkan produk berkualitas yang
memenuhi standar internasional. Salah satu kegiatan dalam meningkatkan kualitas
sesuai dengan spesifikasi produk yaitu menerapkan sistem pengendalian mutu yang
tepat dengan melibatkan semua aspek perusahaan yang terintegrasi pada standar
ISO 9001 sebagai panduan. Namun, industri karet di Sumatera Barat masih menghadapi
kendala dalam pelaksanaan alat dan teknik pengendalian mutu seperti di PT ABC
dan PT XYZ. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penerapan alat dan
teknik pengendalian mutu di perusahaan manufaktur karet yang bersertifikat ISO
9001:2008, PT ABC dan PT XYZ. Penelitian ini dilakukan dengan menghitung nilai
DPMO (Defect
Per Million Opportunity). Berdasarkan hasil penelitian ditemukan bahwa
kedua perusahaan memiliki nilai DPMO yang berbeda. PT ABC memperoleh level
sigma sebesar 5,2σ dari nilai DPMO sebesar 94,33 untuk jenis cacat whitespot
dan level sigma sebesar 4,2σ dari
nilai DPMO sebesar 3365,096 untuk jenis cacat metal, sedangkan untuk PT XYZ
memperoleh level sigma sebesar 5,3σ dari nilai DPMO sebesar 728,697 untuk jenis
cacat whitespot dan level sigma
sebesar 4,8σ dari nilai DPMO sebesar 425,441 untuk jenis cacat metal.
Berdasarkan penelitian disimpulkan bahwa kedua perusahaan belum efektif dalam
menerapkan teknik dan alat pengendalian mutu sesuai dengan standar ISO 9001:
2008 untuk mencapai peningkatan mutu yang berkelanjutan. Hal ini ditunjukkan
dengan faktor kunci keberhasilan penerapan alat dan teknik pengendalian mutu
tidak diterapkan secara tepat dalam mencapai peningkatan mutu yang
berkelanjutan.
Sumber : josi.ft.unand.ac.id/index.php/josi/article/download/86/77
Wednesday, April 5, 2017
TUGAS ETIKA PROFESI
MIMPI
DAN HARAPAN
Setiap
orang pasti punya mimpi dan harapan akan masa depannya. Salah satu nya mimpi
dan harapan di bidang pendidikan. Kebetulan saya adalah mahasiswi jurusan teknik
industri. Kalo ditanya mimpi saya setelah saya lulus nanti dan meraih gelar
S.T, maka saya akan menjawab, saya ingin menjadi seorang engineer yang sukses
dan bermanfaat bagi orang lain. Sejujurnya saya masih bingung menjadi engineer
itu seperti apa secara detail. Tapi setau saya teknik industri bisa mengerjakan
apapun dan bisa kemanapun, seperti kerja di konsultan, di pabrik sebagai bagian
dari manajemen pabrik nya, atau pun bagian produksi seperti PPIC, dan lain
sebagainya. Bahkan kalo kita ingin kerja di Bank pun juga bisa. Harapan saya
setelah lulus dan meraih gelar S.T yaitu bisa keterima kerja di perusahaan
bonafit dan juga mendapatkan gaji yang sepadan dengan apa yang saya bisa
berikan ke perusahaan. Intinya semoga ilmu yang saya dapat di perkuliahan bisa saya
aplikasikan di pekerjaan saya nanti.
Wednesday, November 9, 2016
Wirausaha yang Sukses
Biografi
Howard Schultz Ceo Starbucks
Howard Schultz adalah
seorang pebisnis yang berasal dari Amerika Serikat. Ia dikenal sebagai ketua
dan CEO Starbucks, sebuah perusahaan kedai kopi yang terkenal di dunia, dan
juga dikenal sebagai salah satu bisnis kedai kopi waralaba terbesar di dunia. Howard
juga mantan pemilik Seattle SuperSonics. Howard juga mendirikan Maveron, sebuah
perusahaan investasi, pada tahun 1998 bersama Dan Levitan.
Howard Schultz lahir pada
tanggal 19 Juli 1953 di Brooklyn, New York. Howard Schultz merupakan putra dari
mantan tentara Angkatan Darat AS dan kemudian menjadi sopir truk, Fred Schultz
dan istrinya, Elaine. Bersama adik perempuannya, Ronnie, dan adik laki-lakinya,
Michael, ia dibesarkan di Canarsie Bayview Houses milik New York City Housing
Authority. Karena keluarga Howard miskin, ia melihat peluang dalam bidang
olahraga seperti bisbol, sepak bola, dan basket.
Masa kecil Howard
dihabiskan di lingkungan rumahnya dimana penduduknya masih bersifat sederhana
dan berpenghasilan rendah. Di lingkungan tersebut juga tidak mempunyai apa-apa,
kecuali sebuah lapangan basket. Sebagian besar penduduknya miskin, sehingga
anak-anak diwilayah itu dituntut untuk ikut bekerja keras membantu kehidupan
keluarganya. Saat itu Howard kecil sadar bahwa sangat sulit bagi dia untuk
keluar dari kemiskinan yang diderita oleh keluarganya. Akan tetapi impiannya
untuk berhasil lebih kuat, ia ingin merubah kehidupan keluarganya agar menjadi
lebih baik dari kondisi yang dialaminya pada saat itu.
Howards Schultz bersekolah
di Canarsie High School dan lulus pada tahun 1971. Di SMA, Howard unggul di
bidang olahraga, ia mendapat nilai tinggi dalam pelajaran olahraga dan
mendapatkan beasiswa atletik ke Northern Michigan University, orang pertama di
keluarganya yang masuk perguruan tinggi. Ia pernah menjadi anggota Tau Kappa
Epsilon, Howard mendapat gelar sarjananya dalam bidang Komunikasi tahun 1975. Ia
menikah dengan Sheri Kersch Schultz dari
pernikahan tersebut mereka memiliki dua orang anak, yang bernama Jordan dan
Addison.
Setelah lulus kuliah dari Northern
Michigan University, Howard Schultz bekerja sebagai Sales Manager di Xerox
selama tiga tahun. Selanjutnya dia bekerja di sebuah perusahaan Swedia,
Hamamaplast. Di sana ia menjual berbagai macam peralatan rumah tangga, termasuk
memasarkan mesin pembuat kopi.
Pada tahun 1981, ketika ia
pergi dari New York ke Seattle untuk memeriksa sebuah toko biji kopi yang
sangat populer, Starbucks. Ia sadar bahwa ada sebuah kedai kopi di Seattle yang
selalu membeli kopi mesin pembuat espresso dari kantornya yang bernama
Starbucks. Starbucks sering memesan benda khusus pembuat kopi dari Hammarplast
tempat ia bekerja. Starbucks adalah sebuah perusahaan kopi yang berasal dari
Amerika sekaligus kedai kopi yang pusatnya berada di Seattle, Washington.
Starbuck didirikan pada tahun 1971, oleh tiga orang. Mereka adalah seorang guru
bahasa inggris bernama Jerry Baldwin, Guru sejarah bernama Zev Siegl, dan
Seorang penulis bernama Gordon Bowker. Ketiganya adalah pecinta kopi dan ingin
membagi pengalaman mereka tentang kopi dengan membuka sebuah kedai kopi kecil. Nama
“Starbucks” sendiri diambil dari nama salah satu tokoh dalam novel “Moby-Dick”
karangan Herman Melville. Sesosok monster duyung yang memiliki sepasang ekor
dalam mitologi Yunani yang dijadikan logo oleh perusahaan tersebut. Logo itu
menggambarkan kalau kopi yang disajikan Starbucks didatangkan dari berbagai
wilayah dipenjuru dunia. Logo pertama Starbuck terdapat di kedai pertamanya di
Seattle.
Ia mencoba meminum kopi
buatan Starbucks, Howard langsung jatuh hati dengan cita rasanya yang jauh
lebih nikmat dibanding kopi manapun yang pernah ia coba. Ia juga terkesan
dengan dedikasi pemilik untuk mendidik masyarakat tentang keajaiban cita rasa
kopi. Tidak hanya itu, ketika Howard bertemu dengan founder dari Starbuck dia
melihat dan kagum oleh semangatnya dalam membuat kopi yang nikmat. Howard
mengingat saat pertama kali ia datang ke Starbuck dan berkata: “Ya Tuhan, Ini
benar-benar bisnis yang bagus, kotanya pun sangat indah!. Aku ingin menjadi
bagian dari semua ini”.
Hal inilah yang membuat
antusias Howard, untuk segera melamar kerja di Starbucks. Butuh waktu satu
tahun bagi Howard untuk dapat bekerja di sana, ia direkrut sebagai seorang
manager retail operations dan marketing. Ia pun segera dekat dengan Jerry
baldwin. Sayang, hal itu kurang berlaku dengan Gordon Bowker dan Steve, seorang
investor Starbucks baru. Howard tetap berusaha beradaptasi dan mencoba
mengenalkan pembaruan untuk membesarkan Starbucks.
Pada tahun 1983 saat dalam
perjalanan untuk berbelanja kopi di Milan, Italia. Howard tertarik melihat
salah satu kedai kopi dengan konsep Cafe di Italia, yang ia kunjungi disana
yang membuatnya mempunyai ide cemerlang, yaitu merubah Starbucks tidak hanya
sebagai kedai kopi, namun menjadi tempat orang atau komunitas berkumpul dan
bersosialisasi, kemudian ia berusaha meyakinkan Baldwin kalau perusahaan mampu
membuka kedai kopi lebih banyak lagi, namun ide itu ditolak oleh Baldwin karena
ia merasa hal itu akan mengakibatkan hilangnya ciri khas Starbucks yang
sebenarnya. Tetapi Howard tetap berusaha dan mencoba mengenalkan pembaruan
untuk membesarkan Starbucks.
Keluar dari Starbucks dan Membuat Kedai
Kopi II Giornale
Howard merasa para pendiri
Starbucks adalah orang-orang dengan pemikiran tidak maju dan tradisional yang
menganggap kopi sejatinya dibuat “rumahan”. Namun ide membuat kedai kopi agar
lebih dikenal luas dipercaya Howard akan mendatangkan lebih banyak keuntungan,
hingga akhirnya dia memutuskan untuk berhenti dari Starbucks dan mulai membuka
bisnisnya yang baru.
Howard memerlukan dana 1,7
juta dollar Amerika untuk memulai bisnis barunya terebut. Para pendiri
Starbucks meminjamkannya setengah dan sisanya ia pinjam di Bank. Pada April
1986, Howard berhasil membuka Kedai Kopi di Seattle yang ia beri nama berbau
Italia ‘Il Giornale’. Usaha Howard sukses dimana 300 orang berkunjung di hari
pertama kedai ini buka.
Setahun kemudian, Howard
mendengar kalau pemilik Starbucks ingin menjual seluruh kedai kopi, tempat
penggilingan kopi beserta merk dagang mereka dikarenakan cukup kewalahan
mengelola usaha yang sudah sangat besar tersebut. Starbucks dijual dengan harga
4 juta US Dollar, mengetahui hal tersebut Howard lalu meminta pinjaman kredit
dan berusaha meyakinkan para kreditor. Ketiga pendiri Starbucks akhirnya
menjual usaha mereka itu kepada Howard Schultz dan menjadikannya pemilik
satu-satunya sekaligus sebagai Manager di Starbucks. Starbucks saat itu sudah
menyediakan Bar Counter di setiap kedai kopinya dengan seorang Barista (Ahli
Pembuat Kopi) yang bertugas untuk menghaluskan biji kopi, meracik dan
menyajikan kopi segar. Barista juga harus menghafal nama, kebiasaan dan minat
para pelanggan. Ketika Howard pertama kali berkunjung ke Italia, dia kagum
dengan kedai kopi disana khususnya pada teknik penyajian kopi oleh para Barista
dimana mereka mampu menuang espresso dengan satu tangan sementara tangan yang
lain bekerja mengaduk Cream, dan menemani pelanggan mengobrol diwaktu yang
bersamaan.
Dua tahun kemudian, untuk
kedua kalinya Howard berangkat ke Italia. Dia pulang tidak hanya membawa
beberapa foto dan menu resep tapi juga ia membawa video dokumentasi para
Barista dari Italia. Video tersebut kemudian ia jadikan materi latihan bagi
para staffnya, dan inilah yng menjadi kunci sukses dari Starbucks di hingga
saat ini. Pada tahun 1992 ia berhasil membuka gerai lebih banyak lagi. Dia
memulainya dari New England, sekalgus di Boston dan Chicago dan sampai ke
California. Dalam bisnisnya Howard mengadopsi sistem waralaba (franchise) yang
sebelumnya sudah diterapkan di McDonalds dan segera memulai membangun bisnisnya
dengan semangat untuk lebih memajukan Starbucks.
Dengan bertambahnya gerai
Starbucks, Howard sangat berhati-hati dalam pemasaran produknya. Howard
memperkuat produknya dalam hal kuantitas, kualitas, dan publisitas. Slogan
iklan yag dibuat pun mudah diingat, yaitu senyum akan muncul saat menikmati
kopi yang penuh cita rasa ini dan Howard memastikan kalau iklan tersebut tidak
berbeda dengan realita yang sebenarnya di dalam Starbucks.
Pada tahun 1992, Howard
membawa Starbucks menjadi perusahaan publik. Hingga Juni 1992, ia memasang
saham Starbucks di New York Stock Exchange di harga 14 dollar Amerika per
lembar, dan harga sahamnya naik menjadi 33 dollar Amerika. Popularitas
Starbucks tidak hanya menginspirasi para pelanggannya tapi juga kompetitor
lainnya. Kedai kopi sejenis tiba-tiba bermunculan diseluruh penjuru kota dengan
harga yang relatif murah. Bahkan restoran fast-food ikut-ikutan menyediakan
menu “Espresso” untuk memikat para pelanggannya. Menghadapi kondisi itu,
Starbucks tetap mempertahankan prinsip utama mereka, yaitu Romantisme,
kemewahan yang terjangkau, Ketenangan, dan informalitas.
Akhirnya disadari jika
ingin menerapkan prinsip tersebut, Starbucks harus merubah landasan disemua
konsep pengembangan jaringan mereka. Konsep Cafe Italia yang menjadi model
dasar cafe Starbucks dirasa sudah tidak sesuai lagi dengan gaya hidup warga
Amerika. Melakukan perubahan yang cukup besar, tempat cafe dirombak total,
kursi bar yang tinggi diganti dengan kursi dan meja yang nyaman. Dibuatnya
tempat khusus dan tertutup di Starbucks yang berhasil memancing pengunjung
melaksanakan meeting disana. Popularitas Starbucks langsung tersebar luas,
namun ada sedikit masalah. Tingkat penjualan yang tinggi, menyebabkan sulitnya
mempertahankan kualitas produk dengan banyaknya macam menu yang disediakan.
Perusahaan lalu mencari metode baru bagaimana agar ekstrak kopi yang mereka
hasilkan tetap berkualitas baik saat dikemas menjadi kopi instant. Para ahli
Starbucks berhasil menjaga rasa kopi instant tetap natural disaat yang tepat.
Hal itu berdampak pada peningkatan penjualan yang sangat besar.
Pada tahun 1996, Howard,
memutuskan sudah waktunya bagi Starbucks untuk ekspansi ke luar Amerika. Mereka
lalu membuka Cabang pertamanya di Jepang, kemudian berlanjut di Singapura,
Korea, Taiwan, Inggris, Belanda, Swedia, dan Israel. Hingga April 2000, sudah
dibuka lebih dari 2.400 cabang Starbucks di Amerika Serikat dan 350 cabang di
seluruh Eropa, Asia, Timur Tengah, dan Kanada.
Pada April 2000, saat
Howard berusia 46 tahun, menyerahkan jabatannya ke Executive Director CEO
Starbucks, Orin C. Smith, sementara itu ia ingin fokus pada ekspansi usaha ke
dunia Internasional. Dia bahkan punya target sendiri, yaitu membuka 1200 cabang
baru diawal 2001. Kondisi keuangan Starbucks meningkat sangat pesat, selama
satu dekade , dan mereka terus berkembang pesat.
Pada akhir 2005, Howard
mengumumkan Starbucks akan melakukan ekspansi hingga sepuluh ribu cabang.
Howard menambahkan kalau mereka harus berkembang cepat, karena para kompetitor
sudah mulai memasuki pangsa pasar mereka. Starbucks mulai membuat ide baru.
Howard Schultz mulai membuat menu makanan Fast-Food, yang dimulai dengan
memasukkan hidangan makanan ringan seperti Sandwitch dalam menu Starbucks.
Uniknya ide tersebut muncul dari kegagalan mereka membaca pasar yang ada di
Cina dan Taiwan. Akhirnya, semua cabang Starbucks diseluruh dunia menerapkan
konsep tersebut, mulailah setiap kedai Starbucks menyajikan Roti, Snack,
Sandwich dan makanan lainnya dalam menu mereka. Howard melihat kalau Starbucks
sudah sukses dan stabil, faktor inilah yang membuat ia memutuskan untuk terjun
ke dunia bisnis olahraga dengan membeli NBA Seattle, Supersonic, sebuah tim
bola Basket terkenal dan untuk sementara meninggalkan posisi Direct Management
di Starbucks. Dan menyerahkan jabatannya kepada Orin C. Smith.
Pada tahun 2008 krisis
ekonomi melanda Starbucks, sehingga diawal tahun itu, Howard kembali memimpin
Starbucks demi mempertahankan perusahaan. Untuk menyelamatkan Starbucks, Howard
harus melakukan sesuatu dengan mengurangi pengeluaran perusahaan. Kemudian ia
menutup 600 cafe ditahun 2008 dan menutup 300 cafe lagi ditahun 2009. Saat ini
perusahaan berfokus pada upaya melewati krisis ekonomi dan perbaikan layanan.
Sumber: http://www.biografipedia.com/2015/06/biografi-howard-schultz-ceo-starbucks.html
Sumber: http://www.biografipedia.com/2015/06/biografi-howard-schultz-ceo-starbucks.html
Thursday, October 20, 2016
TUGAS KEWIRAUSAHAAN
Kewirausahaan berasal dari bahasa Perancis, yaitu Entrepreneurship yang artinya between
taker. Kewirausahaan adalah sifat, ciri dan watak seseorang yang memiliki
kemauan dalam mewujudkan gagasan inovatif ke dalam dunia nyata secara kreatif.
Kewirausahaan berasal dari kata wira dan usaha. Wira, berarti pejuang,
pahlawan, manusia unggul, teladan, berbudi luhur, gagah berani dan berwatak
agung. Usaha, berarti perbuatan amal, bekerja, berbuat sesuatu. Jadi wirausaha
adalah pejuang atau pahlawan yang berbuat sesuatu. Ini baru dari segi etimologi
(asal usul kata). Sedangkan ada pendapat yang mengatakan bahwa kewirausahaan
adalah semangat, sikap, perilaku dan kemampuan seseorang dalam menangani usaha
atau kegiatan yang mengarah pada upaya mencari, menciptakan serta menerapkan
cara kerja, teknologi dan produk baru dengan meningkatkan efisiensi dalam
rangka memberikan pelayanan yang lebih baik dan atau memperoleh keuntungan yang
lebih besar.
Wirausahawan adalah orang yang melakukan usaha atau kegiatan sendiri dengan
segala kemampuan yang dimilikinya atau kemampuan yang dimiliki oleh seseorang
untuk melihat dan menilai kesempatan-kesempatan bisnis.
Tiga jenis perilaku wirausaha yaitu:
a. Wirausaha yang
memiliki inisiatif
b. Wirausaha yang
mengorganisir mekanisme sosial dan ekonomi untuk menghasilkan sesuatu
c. Menerima resiko atau
kegagalan
Karakteristik menurut Mc Clelland:
a. Keinginan untuk
berprestasi
b. Keinginan untuk
bertanggung jawab
c. Preferensi kepada
resiko-resiko menengah
d. Persepsi kepada
kemungkinan berhasil
e. Rangsangan oleh umpan
balik
f. Aktivitas energik
g. Orientasi ke masa
depan
h. Keterampilan dalam
pengorganisasian
i. Sikap terhadap uang
Karakteristik wirausahawan yang sukses dengan n Ach tinggi :
a. Kemampuan inovatif
b. Toleransi terhadap
kemenduaan (ambiguity)
c. Keinginan untuk
berprestasi
d. Kemampuan perencanaan
realistis
e. Kepemimpinan
terorientasi kepada tujuan
f. Obyektivitas
g. Tanggung jawab pribadi
h. Kemampuan beradaptasi
i. Kemampuan sebagai pengorganisasi dan
administrator
Menurut Mc
Clelland, tiga kebutuhan dasar
yang mempengaruhi pencapaian tujuan ekonomi adalah
sebagai berikut :
a.
Kebutuhan untuk berprestasi (nAch)
n-ACH adalah motivasi untuk berprestasi, karena itu karyawan akan berusaha
mencapai prestasi tertingginya, pencapaian tujuan tersebut bersifat realistis
tetapi menantang, dan kemajuan dalam pekerjaan. Contohnya, Karyawan perlu
mendapat umpan balik dari lingkungannya sebagai bentuk reward terhadap usaha
yang dilakukannya tersebut.
b.
Kebutuhan untuk berafiliasi (n Afi)
Kebutuhan untuk Berafiliasi atau Bersahabat (n-AFI). Kebutuhan akan
Afiliasi adalah hasrat untuk berhubungan antar pribadi yang ramah dan akrab.
Contohnya Seorang yang memiliki keinginan untuk mempunyai hubungan yang erat,
kooperatif dan penuh sikap persahabatan dengan pihak lain.
c.
Kebutuhan untuk berkuasa (n Pow)
Kebutuhan akan Kekuasaan (n-POW) Kebutuhan akan kekuasaan adalah kebutuhan untuk
membuat orang lain berperilaku dalam suatu cara dimana orang-orang itu tanpa
dipaksa tidak akan berperilaku demikian atau suatu bentuk ekspresi dari
individu untuk mengendalikan dan mempengaruhi orang
lain.Contohnya, seorang atasan ingin dapat mengendalikan dan mempengaruhi
bawahannya, dimana para karyawannya berperilaku sesuai yang diinginkan oleh
atasan tersebut.
Sumber-sumber
gagasan dalam identifikasi peluang usaha baru, antara lain:
a. Konsumen, yaitu wirausahawan harus selalu memperhatikan apa yang menjadi keinginan konsumen atau memberi kesempatan kepada konsumen untuk mengungkapkan keinginan mereka.
b. Perusahaan yang sudah ada, yaitu wirausahawan harus selalumemperhatikan dan mengevaluasi produk atau jasa yang ditawarkan oleh perusahaan yang sudah ada dan kemudian mencari cara untuk memperbaiki penawaran yang sudah ada sehingga dapat membentuk peluang baru.
a. Konsumen, yaitu wirausahawan harus selalu memperhatikan apa yang menjadi keinginan konsumen atau memberi kesempatan kepada konsumen untuk mengungkapkan keinginan mereka.
b. Perusahaan yang sudah ada, yaitu wirausahawan harus selalumemperhatikan dan mengevaluasi produk atau jasa yang ditawarkan oleh perusahaan yang sudah ada dan kemudian mencari cara untuk memperbaiki penawaran yang sudah ada sehingga dapat membentuk peluang baru.
c. Saluran distribusi, merupakan sumber gagasan
baru yang sangat baik karena kedekatan mereka dengan kebutuhan pasar.
d.
Pemerintah, merupakan sumber pengembangan gagasan baru dengan dua cara yaitu
melalui dokumen hak-hak paten yang memungkinkan pengembangan suatu produk yang
baru, dan melalu peraturan pemerintah terhadap dunia usaha yang memungkinkan
muncuknya suatu gagasan tentang usaha baru.
e.
Penelitian dan pengembangan. merupakan suatu kegiatan yang sering menemukan
atau menghasilkan suatu gagasan produk baru atau perbaikan terhadap produk yang
sudah ada.
Unsur-unsur
analisa pulang pokok.
a. Biaya
tetap
b. Biaya
variabel
c. Biaya
total
d. Pendapatan
total
e. Keuntungan
f. Kerugian
g. Titik
pulang pokok
Pembagian
dalam bentuk-bentuk kepemilikan, antara lain:
a.
Perusahaan perseorangan merupakan Perusahaan yang dikelola dan diawasi oleh
satu orang. Pengelola memperoleh semua keuntungan, disisi lain menanggung semua
risiko yang timbul dalam kegiatan usaha.
b. Firma
merupakan Bentuk badan usaha yang didirikan oleh beberapa orang dengan
menggunakan nama bersama atau satu nama digunakan bersama. Semua anggota
bertanggung-jawab penuh, baik sendiri-sendiri atau bersama-sama terhadap utang
perusahaan kepada pihak lain, kalau perlu dengan seluruh kekayaan pribadi.
c.
Perseroan Komanditer (CV) merupakan Persekutuan yang didirikan oleh beberapa
orang (sekutu) yang menyerahkan uangnya untuk dipakai dalam persekutuan sebagai
modal perseroan.
d.
Perseroan Terbatas (PT) merupakan Suatu badan yang mempunyai kekayaan, hak
serta kewajiban sendiri yang terpisah dari kekayaan, hak serta kewajiban para
pendiri maupun para pemilik.
Langkah-langkah
dalam penyediaan sumber daya manusia dan tahap-tahap proses seleksi.
1. Tahap pencarian calon tenaga kerja.
Pada
tahap ini diusahakan agar jumlah calon tenaga kerja terkumpul cukup banyak
sehingga dapat dilakukan seleksi yang baik. Makin banyak calon tenaga kerja,
makin banyak kemungkinan mendapatkan tenaga kerja yang memenuhi persyaratan
perusahaan. Pencarian calon tenaga kerja dilakukan melalui :
a. Iklan
b. Pendekatan langsung ke sekolah-sekolah
atau lembaga pendidikan.
c. Para tenaga kerjanya sendiri yang
mengajukan kenalan atau anggota keluarganya yang dapat mereka jamin ‘kebaikan’
pekerjaan mereka.
d. Pencari kerja melamar sendiri ke
perusahaan-perusahaan.
2. Tahap seleksi calon tenaga kerja
Proses
seleksi calon tenaga kerja diperusahaan di Indonesia bervariasi. Namun secara
garis besar seleksi berlangsung sesuai dengan tahapan-tahapan sebagai berikut :
a. Seleksi surat-surat lamaran
b. Wawancara awal.
c. Ujian, psikotes, wawancara. Tahap ini
dapat dibagi dalam 3 subtahap yaitu
(a)
ujian: calon mendapat ujian tertulis tentang pengetahuan dan keterampilannya
dengan pekerjaan yang dilamar.
(b)
psikotes: calon dievaluasi secara psikologi, yang meliputi pemberian tes
psikologi secara kelompok atau klasikal dan secara perorangan dan wawancara.
(c)
wawancara: calon diwawancarai oleh pemimpin unit kerja yang memerlukan
tenaganya. Disini calon diwawancarai oleh atasan dari jabatan yang akan ia
duduki jika diterima. Atasan dapat melihat sejauh mana pengetahuan dan
keterampilan yang telah dimiliki calon tentang pekerjaan yang ia lamar. Dalam
tahap tiga ini dapat terjadi bahwa para calon mengikuti semua subtahap atau
hanya mengikuti subtahap berikutnya kalau dinilai memuaskan pada subtahap
sebelumnya.
d. Penilaian akhir. Pada tahap ini
hasil-hasil dari tahap sebelumnya dinilai secara keseluruhan untuk sampai
diambil keputusan akhir calon mana yang akan diterima atau ditolak. Para calon
yang diterima kemudian diminta untuk dites kesehatan umumnya. Hasil tes
kesehatan ini dan hasil-hasil dari tahapan sebelumnya kemudian digunakan
sebagai dasar penerimaan atau penolakan calon.
e. Pemberitahuan dan wawancara akhir.
Hasil penilaian pada tahap 4 diberitahukan kepada para calon. Wawancara akhir
dilakukan pada calon yang diterima, kemudian diterangkan tentang berbagai
kebijakan, terutama yang menyangkut kebijakan dalam bidang SDM, seperti gaji
dan imbalan lainnya. Jika calon tenaga kerja menyetujuinya, ia dapat diterima
pada perusahaan.
f. Penerimaan. Dalam tahap ini para calon
tenaga kerja mendapat surat keputusan diterima kerja pada perusahaan dengan
berbagai persyaratan kerja. Ada kalanya tenaga kerja diminta untuk
menandatangani sebuah kontrak kerja.
TULISAN KEWIRAUSAHAAN
ANDAKAH KONSUMEN INTERNET YANG PINTAR???
Banyak sekali anak-anak/pelajar/mahasiswa sebagai generasi
penerus bangsa yang semakin hari semakin kurang antusias dalam belajar. Bahkan
pekerjaan rumah atau tugas yang diberikan oleh bapak/ibu guru/dosen pun sangat
jarang dikerjakan andaikan dikerjakan pasti jatuhnya dadakan. Mereka beralasan
susah lah tugasnya, ini itu dan lain-lain. Berkembangnya kemajuan zaman seperti
teknologi, fashion, gaya hidup, dan lain-lain maka pikiran setiap individu
maunya serba instan dan cepat. Sebenarnya dengan berkembangnya kemajuan zaman
dan teknologi, kita sebagai konsumen yang mengandalkan fasilitas teknologi
tersebut sangat dipermudah dalam pengerjaan tugas, bahkan bisa mencari bahan
belajar dari internet. Kita tidak perlu susah-susah berkeliling dunia atau
mencari informasi ke tempat nya langsung, dengan hanya mengandalkan komputer
dan internet maka kita bisa menjelajah seluruh dunia dan mencari informasi dari
seluruh dunia. Zaman dahulu mungkin waktu belum ada internet, sangat susah
untuk mencari informasi seperti sekarang ini.
Tetapi dengan berkembangnya kemajuan zaman dan teknologi
pasti mempunyai dampak negatif dan positifnya. Dampak negatifnya seperti
contohnya game online, yang akan membuat anak-anak/pelajar/mahasiswa jadi
kecanduan bermain tanpa memikirkan waktu untuk belajar, makan, dan lain-lain, hal
lainnya seperti mudahnya mengakses gambar-gambar berbau pornografi oleh semua
umur tanpa ada pengawasan dari orang tua, penipuan dari web-web yang tidak
jelas, dan masih banyak lainnya. Positifnya tentu ada juga seperti mudahnya
mencari informasi baik dari semua bidang, menambah pengetahuan, menambah
pertemanan, mempermudah komunikasi, misalnya yang zaman dahulu hanya
mengandalkan surat menyurat, sekarang dimudahkan dengan adanya media sosial
seperti whatsapp, bbm, instagram, line, dan lain-lain.
Intinya dengan berkembangnya kemajuan zaman dan teknologi,
kita sebagai konsumen harus pintar memilih informasi mana yang baik untuk
diambil dari internet, dan jangan biarkan diri kita terjerumus oleh hal-hal negatif
yang nantinya akan merusak diri kita sendiri dan orang lain.
Subscribe to:
Posts (Atom)